Pembaharuan Konsep Agama Terkini

“Agama memerintahkan untuk membangun tempat ibadah. Yang dimaksud bukanlah memperbanyak membangun masjid, gereja, kuil, vihara, dsb melainkan membangun tempat ibadah untuk bidang di mana kita berada. Tempat ibadahnya para dokter adalah rumah sakit, tempat ibadahnya para guru adalah sekolah/madrasah, tempat ibadahnya para pengusaha adalah kantor, tempat ibadahnya para Disc Jockey adalah Diskotik, Tempat ibadahnya para seniman adalah Sanggar, dan seterusnya”.
“Agama mendidik umatnya agar memiliki dan menghormati kitab suci. Ini adalah agar kita terdidik untuk memiliki dan menghormati buku panduan yang sesuai dgn bidang dan profesi kita. Bacalah, pahamilah, dan amalkanlah tuntunan dan pelajaran yang ada dalam kitab suci Anda. Bagi pelajar di bidang psikologi, milikilah buku psikologi untuk dijadikan kitab suci Anda. Bagi para pengguna softwares, jadikanlah Help Document sebagai kitab suci Anda. Bagi pemilik mesin dan barang-barang elektronik, buku mannual guide (petunjuk penggunaan) adalah kitab suci Anda”.
Kata “agama” diserap dari bahasa Sanskerta: a berarti “tidak” dan gama “bergerak”, artinya sesuatu yang dianut dan dianggap pasti dan mengikat bagi yang mempercayainya. Dalam makna seperti ini, dalam bahasa Jawa kuna “agama” berarti “aturan-aturan hukum” yang salah satu aspeknya “kepastian”.
Karena itu, kitab undang-undang Majapahit yang berlaku pada zaman Prabu Hayamwuruk (1350-1389 M) disebut Sang Hyang Agama (nama lain dari Kutaramanawa), dan kitab undang-undang yang berlaku pada zaman Prabu Wikramawardhana (1389-1427 M) disebut Sang Hyang Adi Āgama.Ungkapan lain yang diserap dari bahasa-bahasa Barat adalah “Religi”, “Religion”.
Kata religi berasal dari bahasa Latin religio yang akar katanya religare yang berarti “mengikat”. Jadi, arti “religio” disini adalah way of life lengkap dengan peraturan-peraturannya tentang kebaktian dan kewajibannya, sebagai alat untuk mengikat seseorang atau sekelompok orang dalam relasinya dengan Profesinya, komunitasnya dan alam semesta.
Selain kata din, dalam bahasa Arab juga dikenal kata Millah, yang juga sejajar dengan bahasa Aramaik Milta (firman, kata).  kata Arab millah juga berkaitan dengan “ketaatan”, “kepasrahan”. sebagai contoh, seorang Polisi mau tak mau harus taat dan pasrah mengikuti segala aturan di Kepolisiannya atau seorang wartawan mau tak mau harus taat dan pasrah mengikuti kode etik jurnalistik.
Dari ungkapan-ungkapan berbagai bahasa di atas, maka dapat disimpulkan bahwa agama atau religi mengandung baik unsur “pengabdian”, “kepasrahan” − sebagai kata kerja − maupun “sekumpulan ajaran yang dianggap benar” − sebagai kata benda. Yang pertama “agama” sebagai gerak hati dan religiusitas, yang kedua “agama” sebagai “ajaran-ajaran baku”, atau “ajaran-ajaran yang dibakukan” oleh lembaga seperti Lembaga Ateisme, Lembaga Psikologi, Lembaga Ilmu Musik, Lembaga ilmu Kedokteran, Lembaga ilmu Bisnis, Lembaga ilmu jurnalistik, dan sebagainya. Apa pun yang sedang Anda rasakan ketika sedang shooting untuk sinetron, jika dalam skenarionya Anda harus memerankan tokoh yang sedang bersedih, mau tak mau Anda harus pasang raut wajah sedih meskipun sebenarnya Anda sedang sangat bahagia.
Makna Agama yang saya pahami adalah dalam arti seluas-luasnya. Agama Iptek dianut oleh para Scientis, Agama musik dianut oleh para musisi, dan seterusnya. Di bidang apa pun akan selalu ada aturan yang harus kita patuhi. Ada pun contoh agama sementara adalah agama yang wajib dianut oleh pasien yang berlaku selama ia dalam proses rehabilitasi atau sedang dalam program penyembuhan. Setelah sembuh, Ia boleh meninggalkan Agama sementaranya. Dalam hal ini, para dokter berperan seperti Rasul yang bertanggung jawab dalam membimbing, menjelaskan, dan merencanakan program penyembuhan yang benar.  
Agama harus berdasarkan keyakinan dan perilaku penganutnya sesuai dengan agama yang dianutnya. Banyak orang yang mengaku muslim padahal syahadat yang mereka ucapkan tidak berdasarkan keyakinan bahwa Allah itu Tuhan dan Muhammad adalah utusan-Nya. Syahadat mereka kurang berkualitas.
Menurut saya, Agama adalah petunjuk global bagi umat manusia untuk menjalani kehidupan sehari-hari di bidangnya masing-masing. Karena setiap manusia memiliki visi dan jalan hidupnya masing-masing, maka Tuhan membuat beragam model agama agar kita dapat memilih agama mana yang sesuai dengan jalan hidup masing-masing. Meski pun beragam model, bagi Tuhan agama itu satu. Semua agama yang benar adalah produk Tuhan.
Mungkin seperti Microsoft yang menciptakan beragam model Windows. Ada Windows XP, Windows 7, Windows 8, dan sebagainya. Terserah pada kita untuk memilih Windows yang mana. Bagi yang tau bahwa semua Windows adalah buatan Microsoft, tentunya tak akan mempermasalahkan perbedaan ini karena semua Windows adalah produk Microsoft. Tak perlu ada paksaan untuk menggunakan Windows yang mana karena semua kembali pada selera masing-masing.

Ketika mendengarkan ceramah atau khotbah Keagamaan, hadirkanlah diri Anda. Jika Anda seorang dokter, maka ceramah tersebut ditujukan kepada dokter. Jika Anda seorang Polisi, maka ceramah tersebut ditujukan kepada polisi. Jika Anda ulama/ilmuwan/scientist, maka ceramah tersebut untuk Anda. Agama adalah petunjuk global untuk semua bidang dan profesi manusia.

Artikel ini tentang upaya pembaharuan konsep agama untuk masa kini karena kita sedang berada di masa kini, bukan masa lalu yang ketika itu konsepnya disesuaikan dengan jamannya dan bukan pula masa depan yang kita tak tau akan seperti apa masa depan. Apakah dengan demikian berarti konsep lama akan diganti dengan konsep baru?

Konsep lama tidak akan diganti melainkan akan dilakukan pemurnian semurni-murninya karena petunjuk-petunjuk dari Nabi Muhammad adalah petunjuk-petunjuk hingga akhir jaman yang tak boleh terkontaminasi oleh segala bentuk penafsiran. Apa pun yang akan terjadi pada umat manusia, tak akan diturunkan lagi Nabi.

Nabi Muhammad menitipkan pesan kepada para penjaga pesan kenabian (ahli hadist dan ahli qur’an) yang mana pesan ini harus terjaga hingga umat terakhir karena jika tidak terjaga, maka ketika umat manusia menghadapi masalah kemanusiaan, kita tak punya petunjuk kenabian.  Namun terjaga pun percuma apabila pesannya terkontaminasi karena dapat membingungkan para penafsir pesan dalam upaya menafsirkan pesan-pesan ini.

Kita berada di masa kini, yaitu masa di mana umat manusia sedang membutuhkan solusi untuk mengentaskan semua masalah kemanusiaan yang terjadi di masa kini. Kita akan menggunakan pesan-pesan kenabian sebagai solusi kita. Para penafsir pesan untuk masa kini akan berusaha menafsirkan, mengembangkan, melakukan investigasi dan penelitian untuk mendapatkan solusi dari pesan-pesan kenabian.

Para Penafsir pesan kenabian untuk masa kini pun akan memurnikan pesan-pesan ini agar tugas para penafsir pesan di masa depan tidak terlalu sulit. Ketika di masa depan ada masalah kemanusiaan, maka para penafsir pesan bisa langsung menafsirkan pesan-pesan ini yang ditafsirkan sesuai dengan jamannya tanpa harus bingung dengan banyaknya noda dan kerusakan pada pesan-pesan kenabian seperti yang terjadi masa kini.

Juga akan dilakukan pengumpulan file-file agama yang kini berserakan, lalu membuat folder besar untuk menyimpan semua file-file agama ke dalam satu tempat (Satu Agama Besar). Nanti ketika tugas kita telah selesai dan ketika itu adalah waktunya bagi kita untuk meninggalkan dunia ini,  folder besar agama ini akan kita jadikan file zip/rar sehingga para imam mahdi pada generasi berikutnya hanya tinggal mengekstrak -nya.

Mari kita awali pembaharuan ini dengan memperbaharui penafsiran masa kini terhadap istilah-istilah keagamaan. Karena agama Islam adalah agama terakhir, maka kita gunakan agama Islam sebagai langkah awal. Gunakanlah apa yang diajarkan secara khusus oleh Tuhan kepada Anda untuk mengembangkan dan memperbaikinya

 

Iman

Arti “iman-yaitu makna yang terbatas pada istilah / kata “iman” itu sendiri.
Secara etimologi berarti:
 aamana-yu minu-iimaanan = Mengamankan.
aamana bi = Percaya.
Hadits ibnu majjah, tabhrani.

al iimaanu `aqdun bil qalbi wa iqraarun billisaani wa `amalun bil arkaani.
Artinya: Iman adalah tambatan hati, ucapan lisan dan laku perbuatan.
Dengan perkataan lain Iman adalah Tambatan hati yang menggema kedalam ucapan dan menjelma menjadi laku perbuatan.
Contoh: Seorang Insinyur pertanian yang diajarkan tentang teori pertanian di Fakultas pertanian, Sehingga teori tersebut menjadi tambatan hatinya dan ketika dia ditanya apa pandangan hidupnya dalam memandang kotoran sapi yang ada di desanya, Maka berdasarkan Ilmu pertanian yang dia tanggapi, Dia berpandangan bahwa kotoran sapi selain tersedia banyak di petani / peternak, Juga memiliki kandungan nitrogen dan potassium. Di samping itu kotoran sapi merupakan kotoran ternak yang baik untuk kompos.
Dengan demikian, maka menurut insinyur pertanian kotoran sapi itu bermanfaat. Maka sikap hidupnya adalah mengelolanya. Itulah pandangan dan sikap hidupnya. Tentu bertolak belakang bagi seorang Dokter akan pandangan dan sikap hidupnya. Jika kotoran sapi itu ada dipekarangan sang Dokter maka berdasarkan Ilmu kedokterannya yang dia tanggapi, Akan memandang dan menilai bahwa kotoran sapi mengandung ribuan bakteri dan kuman yang sangat berbahaya bagi kesehatan, Sehingga sikap seorang dokter membuangnya jauh2. itulah contoh pandangan dan sikap hidup dari sudut pandang yang berbeda.
Yang pertama dilakukan oleh para Nabi adalah membangun keimanan umatnya agar umatnya percaya bahwa agama adalah benar dan untuk kebaikan bersama. Semua sahabat Nabi rela mengorbankan hawa nafsu (pendapat dan keinginan pribadi) demi kebaikan bersama. Mereka seperti peserta senam jantung sehat yang mau tak mau mengikuti gerakan senam Imam senam padahal masing-masing dari mereka memiliki keinginan untuk melakukan gerakan senam yang menurutnya lebih baik.
Sayangnya Indonesia yang merupakan Negara beragama, tidak mengikuti sunnah para Nabi. Para pembuat aturan atau Undang-undang tidak terlebih dahulu membangun kepercayaan masyarakat bahwa undang-undang itu dibuat untuk kebaikan bersama. Para pembuat aturan pun tidak seperti Nabi yang selalu terdepan dalam penegakan undang-undang. Mereka hanya membuat aturan sedangkan dirinya sendiri tidak mengamalkannya.
Kita sebagai masyarakat pun lebih mengutamakan hawa nafsu  sehingga terjadilah pro dan kontra serta perdebatan yang tak ada akhirnya. Ini juga kerap terjadi di setiap perusahan tempat kita bekerja. Seharusnya kita semua bersikap Sami’na wa atho’na (kami mendengarkan, kami menaatinya) terhadap agama. Jangan kafir terhadap agama.
Sebagus apa pun undang-undang berlalu-lintas, tak ada gunanya jika kita tidak memiliki sikap Sami’na wa atho’na. Bahkan tak sedikit dari mereka yang menggunakan peci haji menganggap bahwa peci haji adalah helm Allah sedangkan helm adalah helm manusia. Jika kita menggunakan peci haji, maka kita tak perlu pakai helm. Menggunakan peci haji berpahala sedangkan menggunakan helm tidak berpahala.
Itu karena mereka merasa diri sebagai agamawan sejati padahal tidak memahami agama. Seorang agamawan sejati terbiasa patuh terhadap aturan sehingga di mana pun ia berada, apakah ia sedang mengemudi, sedang berada dalam Bus Way, sedang berada dalam Pesawat, di dalam Kereta api, di tempat konser musik, di tempat Clubbing dan lain-lain, Ia akan patuh terhadap aturan yang ada.
Setan
Setan atau syetan (bahasa Ibrani: ha-Satan, “sang penentang”; bahasa Arab: al-Syaithon, “sesat atau jauh”, – keduanya dari akar kata bahasa Semit: Ś--N), adalah perwujudan dari antagonisme yang bersumber dari agama-agama Samawi, yang biasanya merujuk pada Lucifer di dalam kepercayaan Yahudi dan Kristen, kemudian Iblis pada kepercayaan Islam.
Pada awalnya, istilah ini digunakan sebagai nama julukan untuk berbagai entitas yang menantang kepercayaan iman manusia di dalam Alkitab Ibrani. Sejak saat itu agama-agama Samawi menggunakan istilah “Satan” sebagai nama untuk Iblis. Di dalam bahasa Indonesia, istilah Satan berbeda maknanya dengan setan. “Satan” (huruf besar) lebih condong pada sang Iblis (diabolos), sedangkan “setan” (huruf kecil) lebih condong kepada roh-roh jahat (daemon). Perubahan makna itu terjadi karena setan tidak diterjemahkan langsung dari bahasa Ibrani, melainkan melalui bahasa Arab, sehingga terjadi pergeseran makna.
Menurut ajaran Islam, kata setan pada dasarnya memiliki arti sebagai kata sifat, yang bisa digunakan kepada makhluk dari golongan jin, manusia, dan hewan. Kemudian Ibnu Katsir menyatakan pula, bahwa setan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya dengan kejelekan.
…dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). (Al-An’am: 112)
Dalam ayat ini menjelaskan bahwa Allah menjadikan setan dari jenis manusia, seperti halnya setan dari jenis jin, dan hanyalah setiap yang durhaka disebut setan, karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan.
Sebetulnya makna setan itu sangat luas dan digunakan disegala bidang karena di bidang apa pun akan selalu ada perusak, pengacau, penentang atau pengganggu. Di bidang computer, pengacaunya adalah virus, hacker, Trojan, worm, dan sebagainya. Di bidang kesehatan, pengacaunya adalah virus dan kuman. Di bidang antariksa, setannya adalah meteor dan asteroid. Di bidang keamanan dan ketentraman Negara, setannya adalah provokator.
Siapa pun dan bidang apa pun dapat dianggap setan jika menjadi pengacau, pengganggu, atau perusak. Di bidang kepolisian, penjahat adalah setannya sedangkan di bidang kemafiaan, polisi adalah setannya. Anda pun bisa menjadikan agama sebagai setan dengan cara mengacau, meneror, mengganggu, merusak, atau meresahkan dengan alasan keagamaan. Seseorang yang merampok karena keluarganya kelaparan adalah setan bagi masyarakat namun bagi keluarganya, Ia adalah pahlawan dan mendapat pujian dari Tuhan.
Ketika Pilot menyuruh kita mematikan handphone namun kita menentang dengan tidak mematikan handphone, kita sedang menjadi setan yang menentang perintah imam pesawat. Kita juga sedang menjadi setan jika kita makan dan minum dalam Bus way sedangkan di dalam Bus way terdapat larangan makan dan minum. Tak jarang anggota Band music menjadi setan bagi Band-nya hingga membuat Band-nya kacau dan bubar.

Dakwah

1. Definisi Dakwah Menurut Bahasa dan Istilah
Makna Dakwah secara Bahasa adalah:
a. Nida (panggilan)
b. Mendorong kepada sesuatu, mendukungnya
c. Mengajak kepada sesuatu yang ingin diadakan atau dihindarkan, benar atau salah
Ajakan kepada kebatilan (QS 12:33)
Ajakan kepada kebenaran (QS 13:14; 10:25)
d. Upaya melalui perkataan atau perbuatan untuk mempengaruhi orang lain agar mengikuti orang lain satu mazhab atau agama
e. Memohon atau meminta
Pemahaman Dakwah Secara Istilah:
Upaya lewat perkataan dan perbuatan untuk mengajak serta mengubah manusia untuk berpihak pada da’i (dalam hal ini untuk Islam, menerapkan manhajnya, menyakini aqidahnya dan melaksanakan syari’atnya)
2. Defini Dakwah Ilallah
Muatan-muatan yang dalam pemahaman dakwah ilallah menurut para ulama:
a. Dakwah Islam adalah tunduk dan taat kepada ajaran Allah tanpa batas dan syarat. QS 6:161-162; 3:83; 4:125; 6:71
b. Dakwah Islamiyah adalah agama yang Allah ridhai bagi seluruh alam semesta, Allah turunkan ajaran-Nya kepada rasul-Nya, dijaga dalam Al-Qur’an dan dijelaskan dengan As-Sunnah QS 5:3; 3:85; 42:13
c. Dakwah Islam adalah adalah nizham (tatanan) umum dan qanun (undang-undang) yang sempurna yang mengatur urusan hidup dan perilaku manusia yang dibawa oleh Nabi Muhammad dari Rabbnya untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia. QS 4:65; 4:60; 5:44
Dakwah Ilallah: menyerukan kepada tauhid dan manyatakan dua kalimat syahadat dalam bentuk ucapan dan perbuatan, sebagaimana yang ada dalam Al-Qur’an dan as-Sunnah agar semua manusia beragama dan tunduk kepada Allah SWT
3. Ilmu Dakwah
Dakwah mengandung makna an-nasyr (menyebarkan), al-balagh (menyampaikan), al-iqna (menyadarkan) dan ad-di’ayah (propaganda). Semua itu sudah menjadi ilmu tersendiri.
Ilmu dakwah digunakan untuk mengetahui metode dan jalan penyadaran. QS 16:125
Metode dakwah memerlukan cara-cara yang baik (hikmah) QS 62:2; 3:164; 4:54; 5:110; 2:251; 31:12; 4:113
Di bidang apa pun, harus ada Da’I atau pendakwah. Merekalah para pejuang penyebaran agama. Pendakwah sejati adalah mereka yang ikhlas dalam berdakwah. Dengan berdakwah, kita akan lebih mengenal para Nabi. Kita akan mengalami suka duka yang sama dalam berdakwah seperti dicaci maki, dihina, dipermalukan, diusir, disakiti, dimusuhi, bahkan dianggap gila.
Badan Narkotika Nasional (BNN) berdakwah untuk menyelamatkan bangsa dari bahaya narkoba, Komisi Penanggulangan Korupsi (KPK) berdakwah untuk menyelamatkan asset Negara, para ahli kesehatan berdakwah dengan cara melakukan penyuluhan kepada masyarakat Indonesia. Bagus Utomo KPSI berdakwah menyelamatkan bangsa dari ancaman Skizofrenia.  Bahkan para pemuja setan pun berdakwah untuk menyebarluaskan ajaran setanisme.
Program dakwah yang hebat untuk diterapkan di seluruh bidang adalah Program Khuruj Fi Sabilillah. Para Jemaah Tabligh bergerak dari masjid ke masjid, dari desa ke desa, dari kota ke kota, bahkan dari negara ke negara untuk berdakwah. Mereka menggunakan dana pribadi dan bersusah payah bersama jemaahnya untuk berdakwah. Seluruh bidang, mulai dari kedokteran, entepreneurship, hingga pemerintahan akan maju jika menggunakan konsep Khuruj Fi Sabilillah. Bagi para jemaah tabligh, gunakanlah konsep Khuruj fi Sabilillah untuk memajukan bidang dan profesi Anda.
Kitab Suci
Agama mendidik umatnya agar memiliki dan menghormati kitab suci. Ini adalah agar kita terdidik untuk memiliki dan menghormati buku panduan yang sesuai dgn bidang dan profesi kita. Bacalah, pahamilah, dan amalkanlah tuntunan dan pelajaran yang ada dalam kitab suci Anda. Bagi pelajar di bidang psikologi, milikilah buku psikologi untuk dijadikan kitab suci Anda. Bagi para pengguna softwares, jadikanlah Help Document sebagai kitab suci Anda. Bagi pemilik mesin dan barang-barang elektronik, buku mannual guide (petunjuk penggunaan) adalah kitab suci Anda.
Tuhan menjanjikan pahala yang sangat besar bagi orang-orang yang selalu membaca kitab suci.  Ada pun al-quran, injil, taurat, zabur, tripitaka, dsb adalah buku panduan global Anda di alam semesta. Jika Anda merasa sedang berada di alam semesta, maka mau tak mau harus membacanya. Yang pasti, Anda tak perlu melakukan bom bunuh diri hanya karena benci kepada manusia yang tidak membaca kitab suci sehingga Anda menganggapnya sebagai musuh Agama yang harus dimusnahkan. Yang benar adalah, Anda tidak memiliki ruh Agama. Jika Anda memiliki ruh Agama, Anda dapat melihat bahwa semua orang itu mengamalkan Agama di bidang masing-masing.

Sunnah

Ada semacam kerancuan di kalangan kaum muslimin mengenai makna ‘sunnah’. Apabila ada orang yang menyeru, “hendaknya kita itu berpegang teguh terhadap Al-Quran dan Sunnah!”. Orang awam akan bergumam, “gimana,  sih? Kok, cuma sunnah aja, yang wajibnya ditinggalin?”  Padahal, kalimat sunnah ini mempunyai banyak makna. Keduanya, mengartikan sunnah dari sudut pandang yang berbeda.
Dalam kamus bahasa arab ‘Al-Muhith’,  makna ‘sunnah’ ialah thariqah atau sirah. Kalau dalam bahasa Indonesia berarti jalan atau cara hidup. Ada juga yang mengartikan ‘al-ibtida’ fil amr’ atau memulai sesuatu. Makna ini berasal dari hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam kitab Shohih Muslim, hadis no. 1017, mengenai anjuran bersedekah.
Adapun secara istilah, pengertian sunnah berbeda-beda. Istilah ahli Fiqh berbeda dengan ahli Hadis, ahli Ushul Fiqh juga berpendapat lain. Ibn Mandhur dalam karangannya ‘Lisanul ‘Arab’ (kamus yang paling terkenal di dunia Islam) menyebutkan begini, “kata ‘sunnah’ disebut berulang-ulang dalam hadis, yang berarti cara dan jalan hidup. Tapi kalau di dalam syariat, yang dimaksud sunnah ialah perkataan maupun perbuatan yang diperintahkan, atau yang dilarang, atau yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan belum tertuang di dalam Al-Quran. Jadi, bisa dikatakan dalil-dalil syar’i itu berasal dari Al-Quran dan Sunnah, yang dimaksud ialah Al-Quran dan Hadis.” (Lisanul ‘Arab, Jilid 13, Hal 220, asal kata: سنن).
Menurut ahli Hadis, kata ‘sunnah’ bermakna: segala peninggalan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam baik berupa perkataan, perbuatan, keputusan, maupun sifat. Sedangkan para ahli Ushul Fiqh mengartikannya sebagai segala sesuatu yang berasal dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam baik berupa perkataan, perbuatan, maupun keputusan yang bisa dijadikan dalil suatu hukum syar’i.  Jadi, para ulama Ushul Fiqh tidak menganggap sifat Nabi itu sunnah dan mensyaratkan sunnah ialah sesuatu yang bisa dijadikan dalil hukum syar’i bukan yang lain.
Sementara itu, sunnah menurut para ulama Fiqh ialah segala sesuatu yang jika dikerjakan mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa. Atau juga bisa diartikan, segala sesuatu yang diperintahkan, tapi perintah tersebut tidak absolute (harus dikerjakan). Inilah arti sunnah yang biasa dipahami oleh kita orang Indonesia.
Mempelajari ilmu Sunnah itu sangat penting karena sebetulnya bukan hanya untuk mempelajari Sunnah Nabi Muhammad melainkan juga untuk mempelajari Sunnah seluruh Nabi dan seluruh Tokoh manusia. Banyak hadis2 (perkataan) dari para tokoh dunia diamalkan oleh umat di bidangnya. Karena itu penting bagi kita untuk mempelajari ilmu Mustholatul Hadis agar kita bisa mengetahui derajat suatu hadis (perkataan). Hadis itu ada yang Shahih (benar), maudhu (palsu), dhoif (lemah), dan bahkan ada yang derajatnya Hadis Gosip.
 

Nabi dan Rasul

Para nabi merupakan orang yang diberi wahyu (ajaran Islam yang mengandungi peraturan tertentu) oleh Allah S.W.T sebagai panduan hidup dirinya sendiri.Sedangkan Rasul adalah nabi yang diperintahkan oleh Allah S.W.T untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada manusia sejagat pada zamannya.
Adanya para Nabi merupakan petunjuk bahwa di bidang apa pun, kita butuh Role Model. Jimmy Hendrix dapat dijadikan Role Model bagi para Gitaris. Tiesto dapat dijadikan Role model bagi para Disc Jockey, dan seterusnya.

Ulama

Ulama (Arab:al-`Ulamā`, tunggal ʿĀlim) adalah pemuka agama atau pemimpin agama yang bertugas untuk mengayomi, membina dan membimbing umat Islam baik dalam masalah-masalah agama maupum masalah sehari hari yang diperlukan baik dari sisi keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Makna sebenarnya dalam bahasa Arab adalah ilmuwan atau peneliti, kemudian arti ulama tersebut berubah ketika diserap kedalam Bahasa Indonesia, yang maknanya adalah sebagai orang yang ahli dalam ilmu agama Islam.
Mungkin saja di bidang kita, kita adalah ulamanya. Namun ketika memasuki bidang lain, kita datang sebagai orang yang tidak tahu apa-apa. Jika kita tidak tahu, bertanyalah kepada ulama. Contoh ulama agama adalah Aa Gym, Ustad Jefri al-Bukhari, Biksu Uttamo, dan lain-lain. Contoh ulama remix lagu funkot adalah DJ Dealy, DJ Andy, DJ Ronny, dan lain-lain. Contoh ulama Sinema adalah Deddy Mizwar, Hanung Bramanto, dan lain-lain. Contoh ulama music Underground adalah Krisna J. Sadrach, Budi Santet, Ombat Nasution, dan lain-lain.

Tempat Ibadah

Agama memerintahkan untuk membangun tempat ibadah. Yang dimaksud bukanlah memperbanyak membangun masjid, gereja, kuil, vihara, dsb melainkan membangun tempat ibadah untuk bidang di mana kita berada. Tempat ibadahnya para dokter adalah rumah sakit, tempat ibadahnya para guru adalah sekolah/madrasah, tempat ibadahnya para pengusaha adalah kantor, tempat ibadahnya para Disc Jockey adalah Diskotik, Tempat ibadahnya para seniman adalah Sanggar, dan seterusnya.
Sebagai contoh, jika Anda adalah seorang dokter dan berada di suatu tempat yg belum ada tempat pengobatan, maka hal pertama yang harus Anda kerjakan adalah membangun tempat ibadah dan berdakwah (menyeru/mengajak) orang-orang yang sedang sakit untuk datang ke tempat pengobatan. Mati di tempat ibadah adalah mati syahid. Tuhan mengutuk orang yang merusak tempat ibadah, baik tempat ibadah golongan (jemaah)nya sendiri mau pun tempat ibadah orang lain.
Ada pun tempat ibadah seperti masjid, gereja, kuil, vihara, dsb adalah tempat ibadah untuk semua orang. Di sinilah berkumpulnya semua orang dengan latar belakang dan profesi berbeda (dokter, guru, pengusaha, dll).  

Ghaib

Secara tata bahasa (lughawiy) kata ghoib, menurut lisaanul arab berasal dari kata ghoba (tidak tampak, tidak hadir) kebalikan dari kata hadhoro atau dhoharo (hadir atau nampak). Dalam kamus Lisanul Arab disebutkan bahwa “wal ghaib: kullu ma ghaaba ‘anka”, artinya “ghaib itu adalah sesuatu yang absen / diluar jangkauan Anda”. Maka segala perkara yang ditetapkan bahwa manusia memang tidak mampu menjangkaunya, adalah termasuk perkara yang ghaib.
Ghaib adalah sesuatu yang tidak kita ketahui dan mustahil ada orang yang mengetahui apa yang tidak diketahui. Bagi kita, virus dan kuman itu ghaib sedangkan bagi para dokter bukanlah ghaib. Bagi kita, mengetahui masa depan adalah ghaib sedangkan bagi ahlinya bukanlah ghaib. Bagi kita, cara kerja suatu handphone itu ghaib sedangkan bagi ahlinya bukanlah ghaib. Sebaliknya yang menurut orang lain ghaib, bagi kita belum tentu ghaib.
Taubat
Taubat berasal dari kata “Tabaa” (kembali). taubat berlaku di segala bidang. setelah membelokan kemudi karena jalan menikung, kemudi di taubatkan agar kembali lurus.

taubatnya pengejar cita2 adalah kembali mengejar cita2 setelah sadar bahwa ia telah tersesat dari jalan menuju cita2 spt bermalas-malasan, hidup tak teratur, tidak di siplin, menyia-nyiakan waktu, dsb.

taubat itu sunnahnya minimal sehari 70 kali. sadar, tdk sadar, kembali sadar, kembali tidak sadar, sadar lagi, tidak sadar lagi dan seterusnya.

taubatnya pasien adalah kembali mengikuti arahan dari dokter/psikiater setelah sadar bahwa dirinya keluar/tersesat dari arahan2 psikiater. Tobatnya pengguna jalan adalah kembali mengikuti aturan berlalu-lintas.

tobat merupakan ibadah.

Kesimpulan

Banyak umat Islam yang menganggap bahwa Islam itu harus serba Arab. Mereka menganggap bahwa Negara Islam adalah Negara yang masyarakatnya berjubah, berjilbab, bernama, dan berbahasa Arab. Sebetulnya yang sedang mereka jihadkan hingga dianggap teroris adalah bukan untuk Islamisasi melainkan untuk Arabisasi. Mereka pun tak memiliki ruh Islam. Jika mereka memiliki ruh Islam, maka mereka akan peka terhadap keislaman di sekitarnya tanpa terkecoh oleh bentuk, beda nama, dan tampilan.
Islam adalah agama yang lengkap dan sempurna namun yang dimaksud dengan itu adalah Islam menurut Allah sebagai Tuhan Semesta Alam. Nabi dalam Islam bukan hanya Muhammad sehingga kita tidak boleh menganggap bahwa Islam adalah segala sesuatu tentang Nabi Muhammad.  Michael Jackson adalah top star untuk Pop Musik namun kita jangan menganggap bahwa music pop itu harus serba Michael Jackson. Ada begitu banyak top stars dalam music Pop di dunia ini. Anda bisa disebut Fans Michael Jackson yang sebenarnya jika Anda berusaha untuk Menjadi Michael Jackson Masa Kini. Anda kurang hebat jika hanya merayakan maulid Michael Jackson, memajang poster-poster, dan setiap hari menggunakan kostum Michael Jackson jika tanpa ada usaha untuk menjadi Michael Jackson masa kini.
Islam adalah untuk semua manusia dengan segala perbedaan (kebangsaan, budaya, kisah hidup, dll) yang ada pada manusia. Islam adalah Universal Religion. Islam bukan hanya untuk bangsa Arab. Jadilah umat Islam, jangan jadi orang Arab karena kita orang Indonesia. Jadilah diri sendiri. Menjadi umat Islam berarti kita adalah manusia Internasional. Jadikanlah ajaran Islam sebagai standar aturan untuk seluruh bidang. Hakikat ajaran Islam adalah contoh abstrak untuk menyusun struktur aturan di semua bidang. Di bidang apa pun dan di mana pun, amalkanlah ajaran Islam. Keruklah pahala sebanyak-banyaknya untuk bekal di Akhirat nanti. (Muhammad Yusuf)
 
 
 

Memperkenalkan Program Universal Religion

Dalam luasnya galaksi, planet bumi seperti sebutir pasir kecil dalam hamparan pasir di pantai yang sangat luas..

Tempat hidup kita yang sangat kecil ini, tidak sepenuhnya aman dan layak huni…

Di bawah kaki kita, ada lautan lahar yang sangat panas…

Di laut kita, begitu banyak badai yang ganas..

Di hamparan bumi kerap terjadi bencana alam…

Di atas bumi, tak terhitung jumlah ancaman…

Andaikan jeritan hati manusia bisa didengar, kita hidup dalam dunia yang penuh jeritan. Hampir semua hati manusia kini menjerit…

Setiap saat jumlah orang yang bunuh diri semakin bertambah, satu persatu mengalami gangguan jiwa yang sangat parah.. Tekanan hidup membuat kita mulai menyerah…

Hampir tak ada kabar gembira. Berita-berita penuh dengan berita tentang rasa sakit, kesulitan hidup, terorisme, kriminalitas, korupsi, bencana alam, konflik sesama bangsa, perang antar bangsa, dan sebagainya…

 

Komunitas Bendera Hitam XXX (30)

“Memperkenalkan..

Universal Religion

“Program Kemanusiaan Terbesar Sepanjang Sejarah”

Program Universal Religion Tersusun Dari Seluruh Agama Di Alam Semesta Dengan Menjadikan Agama-agama Besar Sebagai Tiang-tiang Utamanya

Islam Therapy tersusun Dari seluruh program Islami di Dunia, Program Buddha Therapy tersusun dari seluruh program berbasis ajaran Buddha di seluruh dunia, dan seterusnya.

Menampilkan kembali Agama-agama yang kini tak lagi dikenal seperti Sunda Wiwitan, Kedjawen, dan Agama-agama leluhur lainnya.

Program Universal Religion Adalah Program terlengkap untuk mewujudkan jaman keemasan di alam semesta berbasis ilmu kesehatan, entepreneurship dan Iptek yang murni.

Universal Religion berupaya memurnikan dan melakukan pembaharuan terbesar sepanjang sejarah di seluruh bidang. Universal Religion adalah Bhinneka Tunggal Ika Internasional…

Universal Religion memperbaharui, mengemix, dan menjalankan kembali program 124.000 Nabi dan 315 Rasul (Adam, Muhammad, Isa/Yesus, Yusuf, Sulaiman, dan lain-lain) namun bukan Pluralisme atau Liberalisme

Menjalankan kembali program para tokoh agama (Islam, Kristen, Buddha, Yahudi, Khong Hu Cu, Tao, Zen, Hindu, dll) yang berhubungan dengan masalah sosial di seluruh dunia

Menjalankan kembali program para Raja yang baik di dunia (Program Cyrus yang agung, Raja Kutai Martadipura, Prabu Siliwangi, Prabu Jayabaya, Prabu Kertanegara, Sultan Iskandar muda, dan Lain-lain)

Menjalankan kembali program para tokoh daerah, tokoh nasional, dan tokoh Internasional…

Melibatkan jutaan penggagas program kemanusiaan di seluruh dunia..

Singkatnya, Jutaan Program Kemanusiaan akan dijalankan kembali secara bersamaan dalam satu Era, untuk mewujudkan jaman keemasan di alam semesta.

Semua ini membutuhkan peran serta dan kerjasama seluruh manusia sejati di bidang masing-masing (Agama, Kedokteran, Iptek, Entepreneurship, Militer, Sosial, dan lain-lain).

Setiap Manusia (Khalifah) akan dijadikan wakil Tuhan di Muka Bumi dan dijadikan para tokoh terbesar sepanjang sejarah di bidang masing-masing (kedokteran, Iptek, Perfilman, dll)

Mengembalikan kemampuan hebat manusia dan menyatukan kemampuan seluruh manusia untuk menuntaskan semua masalah di alam semesta…