“Mereka yakin, lewat ESQ mereka dapat turut menciptakan perdamaian dunia”
KONSEP kecerdasan Emosi dan Spritual yang populer dangan nama Emotional-Spiritual Quotient atau ESQ, kini diperkenalkan di Kerajaan Inggris secara langsung oleh sang pelopor, Ary Ginanjar Agustian. Kehadiran Ary Ginanjar di Kerajaan Ratu Elizabeth itu dalam rangka mengikuti pertemuan para pakar Spiritual Quotient (SQ) dari berbagai Negara seperti Amerika Serikat, Australia, Denmark, Belanda, Nepal dan India.
Menurut Pengasuh ESQ Leadership Center kelahiran Bandung, 24 Maret 1965 ini, pertemuan tersebut diprakarsai Danah Zohar dan Ian Marshal penulis buku SQ Spiritual Intelegence dan Spritual Capital yang digelar The Oxford Academy of Total Intelligence.
Dalam pertemuan itu dibicarakan tentang SQ secara ilmiah meskipun hadir juga para pakar dari berbagai agama di antaranya wakil dari agama Budha, Hindu, Kristen, Katolik, Yahudi hingga Atheis. Pada kesempatan itu, Ary berbicara mengenai pandangannya terhadap SQ dilihat dari kacamata Islam. Usai menyimak pemaparan Ary, Danah Zohar mengungkapkan bahwa ia sangat terinspirasi dengan konsep ESQ-nya Ary Ginanjar yang membawa pesan perdamaian dunia. Zohar juga menganggap Ary sebagai figure yang potensial menjembatani hubungan Islam dengan Barat.
Ary mengaku dirinya sempat ragu mengingat para peserta seminar yang datang juga merupakan para spiritualis dan akademisi berbagai Universitas dari Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Denmark, Australia, Slovenia, India, Afrika Selatan, Nepal dan Tibet. “Kebanyakan mereka bergelar Doktor bahkan Profesor. Selain itu, latar belakang agama mereka juga beragam,”ujarnya. Respon yang didapat di Oxford benar-benar membahagiakan Ary. Apalagi, ketika banyak peserta menyatakan siap menyebarkan nilai-nilai ESQ di negara masing-masing. “Mereka yakin, lewat ESQ mereka dapat turut menciptakan perdamaian dunia,”ucapnya.
Sumber : motivation-resources.blogspot.com
Bantu Menjaga Jati diri WNI, ESQ Keliling Amerika Serikat (beritasore.com)
ESQ, Sebarkan Spiritualitas di Tengah Krisis Ekonomi