Benderahitam’s Weblog

Pusat Informasi Penanggulangan Bahaya Narkoba, HIV/AIDS, dan Gangguan Jiwa berbasis Ajaran Islam (Konsep Pertama Di Dunia)

Umat Budha Dukung Syariat Islam di Aceh

Umat Budha mendukung penegakan Syariat Islam di Aceh. Dengan pemberlakuan Syariat Islam, mereka merasa lebih nyaman dan tenteram dalam menjalankan keyakinannya di Aceh.

Hal itu dikatakan Ketua Pengurus Wihara Budha Satya Muni Banda Aceh, Wu Guo Hong atau lebih dikenal dengan panggilan Jony, usai perayaan Hari Raya Imlek, Senin (26/1), di wihara tersebut.

Menurut Jony, meskipun jumlah umat Budha di Aceh minoritas, namun mereka tidak pernah khawatir untuk menjalankan kepercayaannya dan melaksanakan ibadah mereka setiap hari. Karena, mereka meyakini pemberlakuan Syariat Islam tidak pernah mengusik kepercayaan mereka.

Di samping itu, kata dia, ajaran Islam juga banyak yang sesuai dengan ajaran Budha. Seperti menutup aurat yang diajarkan dalam Islam, dalam ajaran Budha juga diajarkan berpakaian sopan (tidak seronok dan buka- bukaan) saat menjalankan ibadah di Wihara. “Jika ada umat Budha yang pakaiannya tidak sopan, maka tidak boleh menjalankan ibadah di wihara. Apalagi Aceh kan daerah Syariat Islam, jadi harus sopan,” jelasnya.

Ditanyai tentang Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 25/2007 tentang peraturan pendirian rumah ibadah, Jony menyatakan pihaknya tidak keberatan dengan Pergub tersebut.  “Ajaran kami menganjurkan untuk hidup rukun, di manapun berada. Menurut saya, Syariat Islam dan agama lainnya juga menganjurkan ajaran yang sama untuk hidup rukun dan damai. Lihat saja pelaksanaan hari raya Imlek tadi, tenang, tidak ada gangguan dan intimidasi,” ungkapnya yang didampingi Budaya Yacob, tokoh umat Budha Aceh.

Imlek Lancar

Perayaan Hari Raya Imlek di Banda Aceh berlangsung lancar. Hal itu terlihat dengan banyaknya umat Budha yang pergi ke wihara-wihara yang terletak dekat di lingkungan mereka. 

Pantauan Harian Aceh di Wihara Maitri dan Wihara Budha Satya Muni yang terletak bersebelahan, terlihat ada sekitar 300 umat Budha menjalankan ibadahnya. Mereka tidak merisaukan kondisi keamanan di daerah tersebut.

“Selain sembahyang dan bea parita (doa), kami juga membagikan angpau kepada warga yang hadir di Wihara. Namun saya tidak tahu jumlah uang dalam angpau itu karena diisi langsung oleh pemberinya,” sebut Jony.

Sumber : Harian Aceh

Leave a Reply

Halaman

Blogroll