Peringatan dini yang termaktub dalam Al Qur’an harusnya membuka mata dan hati kita untuk bersama – sama dan secara sadar kembali kepada kehidupan beragama
Gerakan Waspada AIDS bertajuk AIDS AWARENESS semakin gencar akhir – akhir ini, begitu serius, kompleks dan menakutkannya ancaman penyakit AIDS ini sehingga Barat yang selama ini mengklaim memiliki teknologi pengobatan super canggih menjadi gagap dan tak berdaya bahkan secara ‘sadar’ para profesor pengobatan menegaskan belum adanya vaksin dan obat yang bisa mengatasi penyakit ini, lantaran hal inilah kampanye waspada AIDS lebih banyak diarahkan pada aspek pencegahan dan sosialisasi dampak virus HIV/AIDS yang mematikan.
Para peneliti mengurai kesimpulan bahwa virus yang menurunkan daya kekebalan tubuh itu tergolong jenis penyakit menular seksual yang hanya bisa dicegah dengan menanggulangi virus penyebabnya yaitu free sex dan perilaku sex menyimpang lainnya.
Fakta yang perlu digarisbawahi adalah semakin maraknya perilaku sex bebas, hubungan sex pra nikah dan penyimpangan sex yang tidak hanya terjadi di negara – negara barat yang dikenal sangat mendewakan kebebasan melainkan juga terjadi di negara kita sehigga ancaman virus mematikan itu sesungguhnya tengah terjadi di sekitar kita atau bahkan lebih dekat lagi…(Semoga Allah SWT melindungi kita dan generasi muda kita dari bahaya ini)
AL QUR’AN PELOPOR SISTEM PERINGATAN DINI HIV/AIDS
Peringatan atas musibah ini sudah puluhan abad silam disuarakan oleh Al Qur’an melalui seruan atas pentingnya menunaikan syariat pernikahan sebagai benteng untuk menghindari perzinahan sementara bahaya perilaku sex menyimpang juga sangat terang digambarkan melalui kisah Nabi Luth AS dengan kaum negeri sodom yang tidak tunduk dengan syariat pernikahan, mereka menolak seruan Nabi Luth untuk menikah antara pria dan wanita (Heteroseksual) karena tenggelam dalam budaya sex menyimpang seperti homo seks dan lesbian.
Peringatan dini yang termaktub dalam Al Qur’an harusnya membuka mata dan hati kita untuk bersama – sama dan secara sadar kembali kepada kehidupan beragama, menjadikan agama sebagai pelita yang mengeluarkan kita “Minad-Dzulumati ilan-Nur” dari belenggu kegelapan kepada cahaya yang terang – benderang.
AIDS has already claimed the lives of more than 23 million men, women, and children world wide . With an estimated 42,3 million people throughout the globe currently living with this disease, most frightening is that current predictions tell us that this is only the start, just the beginning of the Aids epidemic. And without major action, this global epidemic will continue to kill millions.
AIDS telah merenggut 23 jiwa dan diperkirakan 42,3 juta orang mengidap penyakit ini dan tanpa tindakan pencegahan dikhawatirkan musibah tersebut menjadi awal dari penyebaran AIDS secara Global (Global Epidemi). Semuanya berpulang kepada kita “bersedia atau tidak untuk menuai hikmah dan mengambil pelajaran dari setiap kejadian karena Sesungguhnya Agama Islam dengan Syariatnya yang bersifat universal adalah Rahmatan lil Alamin, yang senantiasa mengajak kita kepada jalan – jalan keselamatan. Wallahu a’lam
( Ditulis Oleh Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media )