Akan datang satu masa, hati seorang mukmin cair sebagaimana cairnya timah dalam api disebabkan melihat bala dan peristiwa yang merugikan agamanya tetapi dia tidak mampu merubahnya. (Aththusi)
Sesungguhnya bermula datangnya Islam dianggap asing (aneh) dan akan datang kembali asing. Namun berbahagialah orang-orang asing itu. Para sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud orang asing (aneh) itu?” Lalu Rasulullah menjawab, “Orang yang melakukan kebaikan-kebaikan di saat orang-orang melakukan pengrusakan.” (HR. Muslim)
Janganlah kamu menjadi orang yang “ikut-ikutan” dengan mengatakan “Kalau orang lain berbuat kebaikan, kami pun akan berbuat baik dan kalau mereka berbuat zalim kami pun akan berbuat zalim”. Tetapi teguhkanlah dirimu dengan berprinsip, “Kalau orang lain berbuat kebaikan kami berbuat kebaikan pula dan kalau orang lain berbuat kejahatan kami tidak akan melakukannya”. (HR. Tirmidzi)
Tiada manusia mengabaikan sesuatu dari urusan agama untuk kepentingan keduniaan mereka, kecuali Allah menimbulkan bagi mereka perkara-perkara yang lebih membahayakan mereka. (HR. Ahmad)
Sesungguhnya Allah mengutus kepada umat ini pada penghujung tiap seratus tahun orang yang memperbaharui (ajaran) agama mereka. (HR. Abu Dawud dan Al Hakim)
Sesungguhnya Allah akan mendukung (mengokohkan) agama ini (Islam) dengan perantaraan seorang yang durhaka. (Mutafaq’alaih)
Di halaman ini, Anda saya ajak untuk membuat program Islami sesuai dengan latar belakang dan kultur masyarakat di wilayah Anda karena Andalah yang lebih mengetahui latar belakang dan kultur masyarakat di wilayah Anda. Program yang bagus untuk wilayah Bandung belum tentu bagus untuk masyarakat wilayah Jakarta. Program yang sukses di Amerika, belum tentu sukses di Indonesia.
Sebelum membahas lebih lanjut cara menyusun program Islami, terlebih dahulu saya ingin menjelaskan apa yang saya maksud dengan program Islami agar para pembaca yang terhormat memahami apa yang akan saya uraikan.
Jaman keemasan yang saya pahami adalah kebangkitan kebaikan setelah kebaikan-kebaikan sebagai fitrah manusia kalah oleh program-program keburukan yang dilakukan oleh setan dengan cara menjadikan manusia sebagai alat untuk merusak dan alat untuk dirusak. Ada pun satu-satunya alas an saya menjadikan Islam sebagai landasan program adalah karena Islam adalah sumber kebaikan dan agama yang universal sehingga tepat untuk dijadikan penyatu semua kebaikan di dunia ini dan program-program kita harus menjadi program-program Internasional.
Pokok segala urusan ialah Al Islam dan tiangnya adalah shalat, dan puncaknya (atapnya) adalah berjihad (berjuang). (HR. Tirmidzi)
Islam adalah sumber program-program kebaikan dan semua program kebaikan harus sesuai dengan ajaran Islam. Pajak juga untuk kebaikan namun pajak yang benar adalah pajak yang sesuai dengan ajaran Islam. Pajak dengan zakat hanya beda bahasa tapi tujuannya sama.
Islam adalah untuk semua manusia, bukan untuk orang Arab. Orang muslim adalah orang yang mengamalkan ajaran Islam dan jiwanya muslim, bukan setiap orang yang bersorban dan berjubah adalah orang Islam. Sorban dan jubah hanyalah fashion. Barat bukan berarti kafir karena banyak orang barat yang pada hakikatnya hidup sesuai ajaran Islam. Apa yang kita sebut Negara muslim bukan berarti penduduknya adalah orang-orang muslim karena banyak juga yang hanya muslim dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan banyak yang pada hakikatnya kafir. Muslim yang saya maksud adalah Muslim menurut Allah dan rasul-Nya.
Jika ada kebaikan yang sesuai ajaran Islam di mana saja, dalam agama apa saja, atau pada siapa saja dan dalam bahasa apa saja, harus kita akui kebenarannya. Semua kebaikan adalah milik manusia -terlepas dari Agama, suku bangsa, bahasa, profesi, latar belakang dan sebagainya- sejak jaman nabi Adam hingga kiamat nanti yang berserakan di sana-sini dan tugas kita sekarang adalah pencarian ulang serta mengumpulkan kembali semua kebaikan di mana pun berada.
Program-program kebaikan kita bukan suatu upaya memerangi program-program keburukan karena yang menjalankan program-program keburukan adalah manusia juga. Kita hanya mengajak manusia pelaksana program-program keburukan untuk hidup sehat, sukses, dan tidak bodoh. Oleh sebab itu, kita harus menghindari perang antar sesama. Program-program kita adalah kasih sayang untuk seluruh makhluk.
Hidup ini adalah tentang permusuhan antara manusia dengan setan. Kedua makhluk ini masing-masing memiliki program. Program-program setan adalah program-program untuk menghancurkan hidup manusia dan program-program manusia (Agama Islam) adalah program-program untuk menyelamatkan umat manusia dari program-program setan agar umat manusia menjalani hidup di dunia ini dengan penuh kemuliaan, kebahagiaan, kesehatan, kesuksesan dan sebagainya.
Mungkin inilah maksud Allah menurunkan para nabi untuk memperbaharui atau meng-update program-program manusia karena program-program nabi sebelumnya telah diketahui oleh setan bagaimana cara menanggulanginya. Dalam al-qur’an, Allah menyatakan bahwa Allah membantu golongan ini dan golongan itu. Siapa yang berjuang, maka dialah yang menang. Setan tak henti-hentinya berjuang sehingga wajar saja jika umat manusia yang enggan melaksanakan program-program kemanusiaan kalah dan kita mengalami kehancuran di segala sisi separah ini.
Terus terang, saya sendiri mempelajari konsep program-program setan yang ternyata berbasis ajaran Islam. Setan selalu berjamaah dan ada pimpinan dalam jemaahnya. Kebaikan adalah haram bagi setan dan setiap yang diharamkan bagi mereka, setan betul-betul menjauhinya. Setan sangat takut dan benci kepada kebaikan sebagaimana orang muslim sangat takut dan membenci keburukan karena keburukan dapat menghancurkan hidup manusia.
Barangsiapa menyenangi amalan kebaikannya dan menyedihkan (bersedih dengan) keburukannya maka dia adalah seorang mukmin. (HR. Al Hakim)
Setan mencampurkan (nge-mix) program-program keburukan di seluruh dunia untuk merusak kesehatan dan kesuksesan hidup musuh mereka. Prinsip setan, ada keburukan dalam segala hal. Memang, ajaran Islam itu adalah metode terbaik menggapai cita-cita dengan tujuan apa saja, kebaikan maupun keburukan.
Jadilah diri sendiri dan buatlah program Islami yang sesuai untuk orang-orang yang berlatar belakang sama seperti Anda. Misalnya, jika Anda adalah seorang pengidap gangguan jiwa, maka Anda yang lebih tahu tentang gangguan jiwa dapat menyusun program Islami untuk para pengidap gangguan jiwa. Demikian pula halnya dengan Anda yang berlatar belakang lain seperti kedokteran, kewirausahaan, iptek, agama, homo seks, PSK, pelaku criminal, koruptor dan lain-lain. Selanjutnya tugas seorang Koordinator program, seperti Koordinator program kesehatan, kewirausahaan, dan sebagainya adalah menyatukan seluruh program yang ada di bidangnya.
Buat program berbasis ajaran Islam untuk diri sendiri karena Andalah yang lebih mengetahui diri Anda, kepala keluarga membuat program untuk keluarga karena kepala keluargalah yang lebih mengetahui keluarganya, atasan membuat program Islami untuk para bawahannya yang disusun dari seluruh program Islami yang dibuat oleh para bawahannya. Akhirnya, seorang Koordinator Program Islami Internasional dapat menyampurkan (Nge-Mix) dan menyusun program Islami Internasional yang disusun dari seluruh program Islami dari seluruh Negara. Tentunya seorang Disc Jockey adalah orang yang lebih tahu bagaimana cara Nge-mix dan menyusun program.
Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang, maka dirinya sendirilah yang dijadikannya untuk mengingatkannya, menyuruhnya dan melarangnya. (HR. dan Ad-Dailami)
Semua kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam (amir) pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang suami pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang isteri pemimpin dan bertanggung jawab atas penggunaan harta suaminya. Seorang pelayan (karyawan) bertanggung jawab atas harta majikannya. Seorang anak bertanggung jawab atas penggunaan harta ayahnya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Orang yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat ialah yang paling banyak berkeliling di muka bumi dengan bernasihat kepada manusia (makhluk Allah). (HR. Ath-Thahawi)
Setiap Khalifah memiliki kesempatan untuk menjadi Koordinator program Islami Internasional karena setiap hari, dibuat musyawarah para Koordinator program Islami dari masing-masing Negara untuk menunjuk siapa yang hari ini jadi Koordinator Program Islami Internasional. Tujuannya adalah untuk menyadarkan sang Koordinator program Islami Internasional bahwa dirinya adalah Khalifah Allah di muka bumi dan dia bisa menyadarkan khalifah-khalifah lain terhadap tugas mereka masing-masing sebagai khalifah.
Tentunya kita yang hidup di jaman teknologi yang maju tak perlu mempertanyakan bagaimana cara kita saling berinteraksi. Sekarang ada internet, telepon, dan teknologi komunikasi mutakhir yang semakin canggih. Setiap orang bisa membuat blog/website. Bagi yang tidak bisa membuat blog harus belajar membuat blog dan bagi yang bisa membuat blog harus mengajarkannya.
Berhadapan dengan saya, mungkin siapa pun tak memiliki alasan untuk tidak bisa ikut berjuang. Jika alas an Anda adalah cacat fisik dan mental, saya juga cacat fisik dan mental tapi saya mau berjuang. Bahkan afasia yang saya derita kadang membuat saya kesulitan untuk menyusun kalimat. Saya harus browsing internet dan pergi ke perpustakaan hanya untuk mendapatkan beberapa kata yang ingin saya susun.
Jika alas an Anda adalah pendidikan formal yang rendah, pendidikan formal saya hanya sampai kelas tiga SD, itu pun bisa dikatakan saya masuk kelas seminggu sekali. Dari rumah saya berangkat ke sekolah tapi tidak sampai ke sekolah karena saya lebih suka main gundu meskipun kalah melulu.
Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat. (HR. Ar-Rabii’)
Sekarang, kesempatan terbuka lebar bagi yang ingin ikut berjuang dan berkarya sebagai bakti kepada Agama, bangsa, dan Negara. Untuk mencari ilmu sangat mudah, banyak ebooks gratis dan artikel di internet yang dapat dicopy dan didownload untuk dipelajari, banyak websites/blogs, banyak perpustakaan dan toko buku besar yang bisa bebas membaca. Singkatnya, Insya Allah saya usahakan apa yang sedang saya sosialisasikan adalah cara-cara yang serba mudah untuk berjuang dan berkarya, dengan harapan orang-orang yang memiliki potensi jauh di atas orang-orang berlatar belakang seperti saya dapat berdiri di barisan depan. Yang dibutuhkan adalah kemauan.
Permudahlah (segala urusan), jangan dipersulit dan ajaklah dengan baik, jangan menyebabkan orang menjauh. (HR. Bukhari)
Sesungguhnya agama ini mudah dan tiada seorang yang mempersulit agama, kecuali pasti dikalahkannya. Bertindaklah tepat, lakukan pendekatan, sebarkan berita gembira, permudahlah dan gunakan siang dan malam hari serta sedikit waktu fajar sebagai penolongmu. (HR. Bukhari)
Saya tak punya ilmu, tak punya uang, tak punya pendidikan formal, tak punya kesehatan, dan sebagainya. Tapi saya punya strategi yang cocok untuk orang-orang dengan kondisi yang sama dengan saya. Untuk mengembalikan seseorang ke agama, modal saya hanya menginformasikan kepada orang tersebut agar ikut Program I’Tikaf (Khuruj Fi Sabilillah) serta program keagamaan lainnya dan selanjutnya Allah-lah yang membimbing orang tersebut melalui jemaah tabligh atau jemaah program keagamaan lainnya. Untuk berdakwah melalui iptek, saya tinggal memutarkan film Harun Yahya Series.
Maafkanlah dosa orang yang murah hati, kekeliruan seorang ulama dan tindakan seorang penguasa yang adil. Sesungguhnya Allah Ta’ala membimbing mereka apabila ada yang tergelincir. (HR. Bukhari)
Tak bisa berenang bukan berarti kita tidak boleh menolong orang yang tenggelam. Kita beritahu orang yang bisa berenang untuk menolongnya. Tak punya ilmu bukan berarti kita tidak boleh menyebarluaskan ilmu. Kita bacakan artikel-artikel, buku-buku, dan lain-lain karya para pakar di bidang ilmu yang ingin kita sebarluaskan. Karena saya orang yang tidak berpendidikan tapi ingin ide saya diterima oleh masyarakat, saya kuatkan penjelasan-penjelasan ide-ide saya dengan tulisan-tulisan para pakar sehingga jika ada yang menolak ide-ide saya, berarti dia menolak pernyataan-pernyataan para pakar.
Sesungguhnya persoalan-persoalan itu ada tiga macam, yaitu persoalan yang jelas bagimu kebenarannya maka ikutilah, persoalan yang jelas bagimu sesatnya maka jauhilah, dan persoalan yang terdapat perselisihan di dalamnya maka serahkanlah (kembalikan penentuan hukumnya) kepada yang alim (ilmuwan). (HR. Ath-Thabrani)
Manusia yang paling dekat derajatnya kepada derajat kenabian ialah para mujahidin (Pejuang kebaikan) dan ilmuwan (cendekiawan) karena kaum mujahidin melaksanakan ajaran para rasul dan ilmuwan membimbing manusia untuk melaksanakan ajaran nabi-nabi. (HR. Ad-Dailami)
Menurut saya, makna ulama itu adalah ilmuwan dalam arti luas, seperti ulama psikologi, ulama kesehatan, ulama teknologi, dan sebagainya. Dalam konsep Islam Therapy, para ilmuwan saya libatkan untuk membimbing manusia kepada pelaksanaan ajaran-ajaran nabi. Misalnya, saya mengajak kepada diri saya dan orang lain agar mengamalkan perintah sholat melalui penjelasan-penjelasan ilmu kesehatan. Siapa orang yang tidak ingin sehat?
Dunia sedang menghadapi banyak sekali masalah dan tugas kitalah yang harus mengatasinya jika kita masih ingin tinggal di dunia ini dengan damai, tenang, bahagia, dan lain sebagainya. Maukah Anda kaya raya tapi Anda dan keluarga jadi incaran perampok yang semakin sadis? Maukah Anda hidup di dunia ini di bawah ancaman penderitaan dan penyakit? Maukah Anda berbisnis sementara krisis moneter tak kunjung hilang? Maukah Anda dan keluarga hidup sementara di sekiling Anda banyak pengidap gangguan jiwa kronis yang menakutkan Anda atau Bandar narkoba yang akan menjerumuskan anak-anak tercinta Anda? atau, maukah Anda jadi pelaku kriminal, jadi pencuri misalnya, yang dihakimi massa yang semakin brutal karena jauh dari pengamalan agama sehingga mereka tega membakar hidup-hidup seorang pencuri?
Jika jawaban Anda tidak, maka ikutlah berjuang. Perjuangan berat ini akan kita bagikan agar perjuangan kita semakin ringan tapi dilaksanakan secara serentak. Misalnya, Anda yang memiliki VCD Player, perjuangan Anda hanya membeli Film Iptek Islami Harun Yahya series yang harganya hanya Rp. 10.000 dan memutarkannya dihalaman rumah Anda dengan mengundang warga sekitar terutama remaja. Dengan modal Rp. 10.000, Anda telah terlibat dalam perjuangan ini yang dilakukan secara serentak dan di mana pun Anda berada, Anda masuk dalam network satu dunia satu sistem. sekecil apa pun kebaikan yang Anda lakukan meskipun hanya sekali seumur hidup, keuntungan yang diberikan oleh jaringan sangat besar. Anda bisa mempelajari dan memilih mana program Islam Therapy yang siap Anda laksanakan pada saat waktunya tiba. Ada pun I’tikaf (Khuruj Fi Sabilillah) adalah program yang sangat saya anjurkan.
Dunia ini sedang dalam kegelapan. Ada cahaya besar yang terpancar dari orang yang sedang berjuang, akan menjadi perhatian Iblis dan Dajjal sehingga mereka dapat mengirim pasukan besar dari golongan setan dan manusia untuk memadamkan cahaya tersebut. Cahaya tersebut pun padam. Strategi kita sekarang, meski pun cahaya-cahaya kecil namun jika dilakukan secara serentak di mana-mana, maka pihak musuh akan bingung. Bagaimana jika kita melakukannya secara serentak pada tanggal yang sama ketika ayat al-qur’an yang pertama diturunkan? Ada usul?
Puncak persoalan adalah Islam. Barangsiapa pasrah diri (masuk Islam) maka dia selamat. Tiangnya Islam adalah shalat dan atapnya adalah jihad (perjuangan). Yang dapat mencapainya hanya orang yang paling utama di antara mereka. (HR. Ath-Thabrani)
Wallahu a’lam (Muhammad Yusuf)
100 tahun Kebangkitan: Indonesia bisa dengan pemetaan konsep (wikimu.com)
Maklumat kebangkitan Nasional: berbuat untuk bumi dan kebangkitan Indonesia (walhi.or.id)
Seabad kebangkitan Indonesia (arsip.pontianak.com)
Menuju kebangkitan Indonesia yang hakiki (atusi.edublog.org)